Optimalkan ZIS, Baznas Garut Kerjasama dengan Penyuluh Agama

  • Whatsapp
SOSIALISASI. Ketua Baznas Kabupaten Garut melakukan Sosialisasi Kepada Penyuluh Agama Honorer
banner 468x60

BISNISGARUT.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut melakukan sosialisasi Zakat, Infak/Sedekah kepada Penyuluh Agama Honorer. Hal ini disampaikan dalam acara Deseminasi Pengarus utamakan Moderasi beragama dan wawasan kebangsaan yang diadakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) bersama Baznas Kabupaten Garut. Kegiatan yang dihadiri sebanyak 150 Penyuluh agama itu, dilaksanakan di Gedung Art Center Jalan Proklamasi Tarogong Kidul kabupaten Garut, Rabu (7/4/2021).

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Rd H Aas Kosasih, SAg, MSi mengatakan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah, salah satu upaya mengoptimalkan zakat, Pihaknya bekerjasama dengan Penyuluh Agama yakni dengan melakukan sosialisasi zakat di setiap Kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Penyuluh agama honorer ini, meruapkan ujung tombak keagamaan. ke depan dapat mempresentasikan tentang manfaat ketika membayar zakat,” katanya

Ia menjelaskan, tugas penyuluh agama non PNS ini, kata ia, menyampaikan kepada masyarakat tentang manfaat membayar zakat Infak Sedekah (ZIS) memalui Baznas. Hal ini dilakukan karena saat ini belum banyak masyarakat yang membayar zakat melalui Baznas.

“ Kita berharap peran penyuluh agama ini dapat meningkatkan potensi zakat di masyarakat,” ujarnya

Saat ini, kata Rd Aas, saat ini potensi Zakat terbesar yang diterima oleh Baznas Garut bersumber dari zakat profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Salah satunya ada tambahan dari payroll system dari Dinas Pendidikan melalui sertifikasi sekitar 2,2 Miliar pada pertengahan April 2021.

“Seluruh Guru SD -SMP yang notabene nya PNS sertifikasi nya akan dititipkan kepada Baznas akan digunakan untuk kemaslahatan masyarakat kabupaten Garut,” tuturnya (Snt)

Bupati Garut Rudy Gunawan, menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus pembinaan tentang radikalisme serta memberi pemahaman terkait moderasi keagamaan bagi para penyuluh agama. “Nah tujuannya adalah desiminasi itu memberikan informasi, menyerap informasi dan juga melaksanakan informasi-informasi tersebut sebagai suatu pembinaan yaitu tentang radikalisme, tentang pengarusutamaan moderasi yang berhubungan dengan keagamaan,” ujar Bupati Garut.

Rudy, juga mengingatkan para penyuluh pentingnya 4 pilar kebangsaan sebagai dasar bernegara .
“Saya katakan tadi, bernegara itu 4 pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan (Negara) Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan habluminallah itu tidak ada yang lain-lain, hanya Allah dan sunah-sunah Rasulullah serta ijtima-ijtima ulama juga,” ungkap Rudy Gunawan.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, Cece Hidayat menekankan bahwa kewajiban penyuluh agama adalah memberikan penyuluhan bagi masyarakat dan menghimbau agar senantiasa menangkal pengaruh radikalisme dan intoleransi. “Penyuluh agama punya kewajiban untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, bukan justru menjadi biang keladi radikalisme dan intoleransi. Radikalisme akan menggerogoti nutrisi kebangsaan. Nutrisi kebangsaan kita akan hilang karena kita punya pemahaman yang radikal, yang menjelek-jelekkan kelompok yang lain, mengkafir-kafirkan kelompok yang lain,” ujar Cece Hidayat.(Snt)

Pos terkait